Berita Kesehatan
Namun, para peneliti menambahkan bahwa penularan virus melalui peralatan manikur bersama adalah, peristiwa yang sangat langka dan risiko infeksi dari sumber-sumber baru ini masih sangat rendah.
Ketika didiagnosis, wanita itu ditemukan telah mengidap HIV stadium lanjut, menurut laporan dalam jurnal AIDS Research and Human Retrovirus. Tetapi tidak ada faktor risiko lain yang menjadi penyalur virus paling umum, pada wanita tersebut, seperti kebiasaan berhubungan seks tanpa kondom.
Seperti diketahui, infeksi HIV juga dapat ditularkan lewat jarum yang mudah menginfeksi pengguna bersama alat tersebut, juga dari ibu HIV-positif kepada anaknya selama kehamilan, melahirkan, dan menyusui.
Wanita yang terinfeksi tersebut dilaporkan memiliki peralatan manikur bersama yang pernah dipakai pada tahun sebelumnya, dengan sepupu yang kemudian ditemukan mengidap HIV setelah terjangkit virus sekitar sepuluh tahun yang lalu.
Analisis genetik virus lebih lanjut dari kedua pasien tersebut menyatakan bahwa, ini berasal dari asal yang sama yang ditularkan melalui peralatan manikur. Namun demikian, Dr Brian Foley dari HIV Sequence Database di Los Alamos National Laboratory, mengatakan kasus ini tidak harus membuat orang khawatir.
“Penularan HIV lewat alat manikur bersama adalah peristiwa yang sangat langka. Walau demikian, kasus ini memberikan pelajaran agar kita berhati-hati dengan peralatan yang bisa mentranser darah,” tuturnya, sebagaimana dilansir Dailymail, Jumat, (14/11/2014).
HIV ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui cairan tubuh termasuk darah, darah, air mani, cairan dubur, cairan vagina, dan air susu ibu. Cairan tersebut harus masuk langsung ke dalam aliran darah, bisa melalui suntikan jarum atau kontak dengan luka atau selaput lendir.
0 Response to "Wanita Bisa Tertular HIV Lewat Alat Manikur"
Post a Comment