Berita Kesehatan
SEORANG bayi di Inggris meninggal dunia lantaran ibunya gagal mengendalikan kadar gula darah sepanjang kehamilannya.
Thomas Gaskarth-Roberts yang lahir beberapa minggu belakangan harus ditempatkan dalam inkubator, setelah ditemukan sangat lemah dan tidak menangis setelah dilahirkan. Tiga hari kemudian, bayi tersebut pun meninggal di Rumah Sakit Umum Burnley.
Ibu sang bayi, Joanne Gaskarth sering lupa untuk melaporkan ke dokter mengenai kadar gula darahnya sepanjang kehamilan, tetapi ia mengaku disalahkan atas kematian bayinya. Joanne sendiri adalah seorang perawat yang mengidap diabetes tipe 1 sejak usia 24 tahun.
Perawat tersebut mulai harus mengontrol kondisinya menggunakan terapi pompa, sebuah alternatif untuk menyuntikkan insulin ke dalam aliran darah dan mencatat kadar gula darah. Pada usia 39 tahun tiba-tiba ia jatuh hamil pada tahun 2012, dengan suaminya, Mark Roberts.
Joanne yang telah memiliki dua orang anak ini biasa mengonsultasikan kesehatannya saat hamil. Namun, ketika mengandung Thomas, ia sering gagal untuk membawa catatan gula darahnya kepada dokter konsultasi selama tujuh bulan saat ia mengandung Thomas.
Ia melaporkan kadar gulanya aman, tetapi perbedaan muncul setelah dokter memeriksa hasil tes HbA1c, yaitu tes yang memungkinkan dokter untuk mendapatkan gambaran keseluruhan mengenai kadar gula darah rata-rata pasien selama tiga bulan.
Thomas, sang bayi sempat ditempatkan dalam inkubator, namun meninggal tiga hari kemudian akibat kegagalan multiorgan dan cedera otak yang disebabkan, oleh kekurangan oksigen. Kondisi tersebut dikenal sebagai ensefalopati hipoksik iskemik.
Konsultan ahli kandungan, Dr. Fiona Crossfill dari Health Womens untuk Lancashire Teaching Hospitals NHS Foundation Trust pun mengatakan bahwa, setelah meninjau kasus ini mereka akan secara acak menguji pasien diabetes tipe 1 kira-kira setiap bulan.
Setiap tahun lebih dari 3.000 wanita di Inggris dengan diabetes melahirkan. Sekitar setengah memiliki diabetes tipe 2, yang terkait dengan obesitas, dan setengah lainnya tipe 1. Kondisi ini memungkinkan bayi lahir, namun ada risiko meninggal tak lama setelah dilahirkan dengan masalah jantung atau cacat lainnya.
Sebuah laporan oleh Pusat Informasi Perawatan Kesehatan dan Sosial Inggris menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes enam kali lebih mungkin meninggal tak lama setelah lahir dari pada rata-rata nasional.
Angka kematian bayi bagi ibu hamil dengan diabetes adalah 17 per 1.000 dibandingkan dengan 2,8 per 1.000 dari perempuan sehat. Penemuan ini sebagaimana dikutip dari Dailymail, Jumat (14/11/2014).
Laporan, yang tampak pada 1.700 wanita hamil, juga menemukan satu dari 10 wanita dengan diabetes tipe 2 mengonsumsi obat untuk menurunkan gula darah. Lima persen lainnya dengan statin (obat penurun kolesterol) dan 2,5 persen menggunakan pil tekanan darah tinggi.
0 Response to "Bumil Lalai Kontrol Diabetes, Bayi Meninggal Dunia"
Post a Comment