Berita Kesehatan
AHLI kesehatan atau orangtua Anda mungkin telah mengingatkan cara membilas alat kelamin yang baik, yaitu dari depan ke belakang. Ini tak lain untuk menghindari perpindahan kuman yang dapat menjadi penyebab infeksi pada saluran kencing.
Anda mungkin dapat mempraktekkan ini di rumah jika toilet Anda bukan model toilet duduk washlet. Toilet washlet, dengan keran air di pinggir lubang pembuangan, mungkin sering Anda temui di toilet-toilet umum di ibukota atau gedung-gedung modern.
Toilet duduk basah setidaknya ada dua jenis, yaitu toilet washlet dan toilet dengan alat penyemprot jet wash. Toilet washlet memungkinkan penggunanya untuk membilas dari sisi belakang. Hal ini mungkin menyulitkan Anda mempraktekkan cara mencebok yang benar.
“Itu kerugian dari toilet duduk dengan model seperti itu. Kalau sering digunakan dan penanganannya salah, orang berpotensi infeksi jika ada kuman dari kotoran yang masuk ke saluran kencing,” kata dr. Rouli Nababan kepada Okezone, dalam acara “Gerakan Toilet Higienis”, di Plaza Indonesia, Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan, infeksi saluran kemih dapat terjadi akibat adanya transfer kuman dari kotoran yang keluar saat buang air besar. Infeksi ini dapat membuat kesulitan buang air, rasa sakit pada saluran kencing, sakit perut, demam, bila parah urin berdarah, dan jika berulang ini dapat menyebabkan penyakit ginjal.
“Mengingat orang Indonesia telah terbiasa menggunakan air, untuk toilet duduk, toilet washlet mungkin tidak lebih baik daripada jet wash,” pungkasnya.
0 Response to "Toilet Washlet Rentan Masuknya Kuman ke Saluran Kencing"
Post a Comment