Berita Kesehatan
DIAKUI UNICEF, dalam memberantas masalah perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang terjadi di masyarakat timbul tantangan tersendiri. Salah satunya yakni kurangnya kesadaran masyarakat untuk meninggalkan perilaku buruk ini.
Pernyataan ini dibenarkan oleh Lilik Trimaya selaku Program WASH UNICEF saat peluncuran Kampanye Tinju Tinja. Masyarakat Indonesia dinilai minim kesadaran dan ketersediaan toilet layak, terutama di beberapa daerah terpencil.
"Kami sebagai UNICEF melihat itu (masalah BABS) real. Latar belakang Indonesia jumlah urbanisasi cukup cepat. Di sisi lain, kesadaran juga belum cukup kuat," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/11/2014).
Ditambahkannya, program pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut juga belum optimal. Namun, UNICEF hanya berperan untuk mendorong program pemerintah cepat terwujud.
"UNICEF dukung pemerintah menguatkan program ini. Hanya di sini kita bukan melakukan aksi langsung ke masyarakat, tapi cuma bantu kampanye program pemerintah," bebernya.
Tahun 2019, UNICEF bermimpi agar masalah BABS 100 persen menghilang dari masyarakat. Target itu juga sejalan dengan program MDGs yang dicanangkan oleh pemerintah.
0 Response to "Masyarakat Indonesia Minim Ketersediaan Toilet Layak"
Post a Comment