Vaksin Berembrio Manusia Kini Tak Ada Lagi

Berita Kesehatan


detail berita
Imunisasi berembrio manusia sudah tidak lagi digunakan (Foto: parentdish)


BANYAK isu yang keliru mengenai vaksin, orangtua tidak sedikit yang enggan membawa anaknya untuk imunisasi. Salah satu isu yang keliru adalah vaksin imunisasi berembrio manusia.

Sekretaris Satgas Imunisasi PP-IDAI dan Ahli Tumbuh Kembang Anak dari FKUI-RSCM, Dr Soedjatmiko, Spa (K), Msi, mengatakan bahwa vaksin berembrio memang pernah ada pada era 1920 sampai 1930. Namun, sekarang sudah tidak digunakan lagi karena bidang bioteknologi sudah mengalami kemajuan. (Baca: Vaksin Imunisasi Mengandung Merkuri Berbahaya?)


“Itu vaksin tahun 1920 dan 1930. Apakah sekarang bayi sengaja digugurkan untuk dijadikan vaksin? Repot sekali, sekarang teknologi dan rekayasa genetika sudah sangat tinggi, jadi tidak perlu lagi dengan cara tersebut,” kata Dr Soedjatmiko pada School of Vaccine Journalist di Gedung Dewan Pers, Jakarta, baru-baru ini.


Tidak hanya isu mengenai vaksin berembrio yang beredar di masyarakat, juga dikatakan vaksin mengandung nanah. Dr Soedjatmiko menegaskan bahwa vaksin tidak mengandung nanah, bahkan sudah diekspor ke lebih dari sekira 120 negara setelah dikaji dan melalui riset. (Baca: Anak Sengaja Tidak Diimunisasi, Orangtua Bisa Dipenjara)


“Ada juga isu yang bilang vaksin ada nanahnya, repot sekali kalau harus dari nanah. Jadi, vaksin yang telah diekspor oleh Biofarma ke sekitar 120 negara dan mereka menggunakannya dengan tenang-tenang saja. Selain itu, vaksin-vaksin itu tidak asal pakai, tetapi sudah dikaji dan melalui riset, jadi tidak sembarangan,” tutupnya. (ftr)



0 Response to "Vaksin Berembrio Manusia Kini Tak Ada Lagi"

Post a Comment

Powered by Blogger.

wdcfawqafwef