Bumi Makin Panas, Nyamuk DBD Tambah Banyak

Berita Kesehatan


detail berita
Suhu bumi semakin panas, nyamuk kian banyak (Foto: Medicaldayli)


VIRUS dengue penyebab penyakit demam berdarah bersifat epidemik, yakni dapat ditularkan antar manusia. Nyatanya, vektor demam berdarah dengue, yakni nyamuk aedes aegypti, memiliki sifat multiple bite.

Dr dr Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, dari RSCM menjelaskan bahwa di dalam kelenjar liur nyamuk aedes aegypti, tersimpan virus demam berdarah. Nyamuk aedes aegypti akan terus menggigit sepanjang radius 100 km atau selama mereka masih lapar.


“Lebih celakanya adalah kalau nyamuk terbawa mobil atau lift sehingga bisa terbawa kemana-mana. Itulah mengapa pada tahun 2007, virus dengue sudah hampir ada di seluruh negara, kecuali wilayah dingin. Padahal, awalnya di tahun 1970 virus dengue D-1, D-2, D-3, dan D-4 hanya ada di dua negara Benua Afrika dan Indonesia,” ucapnya pada workshop Soho Global Health bertema "Waspadai Kebocoran Plasma saat DBD" di Artotel Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, baru-baru ini.


Seperti diketahui, demam berdarah dengue ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Penyakit ini juga menjangkit luas di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun, karena suhu Bumi yang semakin panas, negara-negara di Eropa pun mewaspadai penyakit demam berdarah.


“Kalau Eropa di bagian yang lebih panas, seperti Pulau Sardinia, Italia, katanya sudah ada (kasus DBD), tetapi saya belum baca artikelnya. Oleh karena Bumi semakin panas, suatu saat daerah-daerah dingin juga akan menjadi panas, sementara DBD berkembang di daerah beriklim tropis kan,” tutupnya. (fik)



0 Response to "Bumi Makin Panas, Nyamuk DBD Tambah Banyak"

Post a Comment

Powered by Blogger.

wdcfawqafwef