Berita Kesehatan
Penderita skizofrenia (Foto: Huffingtonpost)
MASALAH gangguan jiwa yang menyebabkan menurunnya kesehatan mental terbilang cukup kompleks. Bahkan, gangguan tersebut bisa memunculkan beragam jenis penyakit jiwa.
“Penyakit jiwa banyak, tapi ratusan yang jelas. Kelompok besar dari gangguan jiwa, antara lain depresi—itu paling besar, kedua adalah kelompok gangguan aksiatas atau gangguan cemas, dan paling sering ditemukan adalah gangguan psikostik, salah satunya skizofrenia,” tutur dr Albert Maramis, SpKJ kepada Okezone di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2014.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, angka rata-rata nasional gangguan mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas adalah 6 persen. Angka ini sama dengan 14 juta penduduk. Sedangkan gangguan jiwa berat, rata-rata sebesar 0,17 persen atau sekira 400.000 penduduk.
(Baca: Pelanggaran HAM sering dialami penderita skizofrenia)
Di antara sekian juta penduduk dengan gangguan jiwa tersebut, 0,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia mengidap gangguan skizofrenia. Dengan kata lain, terdapat satu juta orang yang mengalami skizofrenia.
“Skizofrenia termasuk gangguan psikotis. Ciri khasnya adalah terganggunya daya nilai realitas. Orang dengan gangguan ini tidak bisa membedakan mana yang realitas dan mana yang tidak. Dua gejala utama dari realitas terganggu adalah halusinasi dan waham (delusi, keyakinan yang salah),” tandas dr. Albert. (fik)
0 Response to "Skizofrenia, Satu dari Ratusan Penyakit Gangguan Jiwa"
Post a Comment